Friday, August 27, 2010

Secangkir Kopi Untukmu

Secangkir kopi di atas meja adalah filosofi lelahmu yang teracik dari skesta di kerut keningmu dan rahasia bulir-bulir matamu yang seperti menyiasati perpaduan hitam malam dan putih susu cap bendera yang tertuang juga, meski cerita tentangmu dan tentangnya senantiasa menyendat di udara yang liku oleh aroma tajam, kopi.

Secangkir kopi yang kudorong dua puluh dua senti ke depan menujumu sebenarnya adalah mantra menuju dadamu yang terdengar seperti debur samudera dengan orasi-orasi dan loncatan-loncatan konspirasi yang tidak kau biarkan kumasuki tapi aku memang tidak peduli seperti juga kau tidak pernah mengerti apakah yang kuhidangkan untukmu adalah kopi yang diaduk dengan takaran yang pas atau sekedar instan. Takdir kopi adalah kopi, sesederhana itu saja.

Secangkir kopi yang memisahkan tautan jemariku dan mu adalah waktu yang tertuang dalam tiap tetes cairan yang berbaris menjadi diammu dan sunyiku yang memenuhi sesak aroma kopi yang menguar juga dari lelahmu yang kau nikmati dengan satu demi satu seruputan. Kopi, yang filosofis, seperti kopi, yang ada pada setiap pulangmu..

www.therealmeinabowloflife.blogspot.com

[hei, aku masih belajar meracik kopi kesukaanmu!]

Metamorfosa Jingga

www.saatchi-gallery.co.uk
www.saatchi-gallery.co.uk

Sebelum matahari keberapa selesai sore ini
Kubawa kepadamu desau angin lembah seperti
ruh perindu bergelombang di awan menari
Lalu kicau burung
Lalu ungu
dan waktu menghitung ulang metamorfosa

seorang perempuan pemungut kelopak bunga luruh
dan seorang peri penjalin lingkaran ilalang kering 

Sesudahnya adalah kelahiran kembara yang purba
Kulipat seribu puisi sebagai sajadah dengan bunga
sepanjang cerita. Seekor kupukupu mengabarkan cuaca
yang rontok menjadi sunyi dan tanda baca mati
Lalu halimun
Lalu nyanyian hamelin
dan alam berpesta-pora dengan gamang

Tapi belum juga berhenti kuberi tanda di setiap pohon pinus
kita

{hutan pinus rahasia, Juni}

Tuesday, August 10, 2010

Kota: Angka

Kota ini angka
yang alfa semenjak manusia
belajar merumuskan airmata
Bertumbuhan seperti jamur di kepala
Dongeng tentang matematika
dan seorang peri di atas piring pizza

Mata siapa yang kali ini akan bicara?
Menanam cinta sebelum mantra
berubah menjadi soal cerita..

www.numberspiral.com

Sunday, August 8, 2010

Kita Memang Sedang Jatuh Cinta Virtual

Virtual Love - www.lailanasheeba.wordpress.com

Pada layar monitor persegi, tersambung oleh kabel-kabel dan ingatan virtualku akanmu, kita gambarkan cinta dalam bahasa yang banyak ditandai oleh emoticon-emoticon. Cinta itu adalah putih dan merah, katamu, sembari mengetikkan baris-baris dongeng sebagai mantra untuk kilasan-kilasan mimpiku yang sering mengendap menjadi ampas di dasar cangkir kopi hitammu pada malam ketika nyamuk-nyamuk menyebabkan kau tak tak dapat terlelap.

Kita memang sedang jatuh cinta!

Seperti sepasang sepatu, kataku, yang kita tenteng di tangan sementara tangan kirimu menggenggam tangan kananku. Sekali lagi, perlu imajinasi favorit untuk membuat semua gerangan menjadi senyum yang tersimpul-simpul di sudut bibir kita. Sesuatu yang mengingatkan kita kembali pada rasa menjadi kanak. Meloncat-loncat.

Kita riuh, tapi sunyi, katamu.

Kita dua, tapi sendiri, kataku.

Buzz! 

Diam.

Aku mengarahkan kursor ke tombol silang pada jendela komputer dan kembali menjadi dirimu. Kau mengakhirinya dengan dengung nada mekanik dan meraih cermin menjadi menyerupaiku.

Setelahnya, lima meter sesudah jeda dan sebuah suara berkata,

“Tidur yuk, sayang”

****

[Mandala, 00.23, 8810]
percakapan jatuh cinta virtual

Thursday, August 5, 2010

Lingkaran

Lingkaran ini adalah lingkaran kesekian dari siklus berbentuk bulatan yang lalu dinamai lingkaran. Kita warnai tanpa sisinya dengan arang dan kapur -kita sebut mereka abu abu. Sebab kita tidak ingin hidup ini sesederhana hitam dan putih, seperti pusara dengan nama tahun kelahiran dan kematian. Titik. Atau sebenarnya kita sedang memunggungi airmata, merayakan setiap pertemuan dan kepulangan seperti sebuah lakon dengan pelukan-pelukan dan tepukan tiga kali di bahu?
 
Lingkaran ini adalah lingkaran kesekian tanpa garis putus seperti ketika kau mengambar bentuk hati di tebing pencarian. Waktu yang selibat menjadi tasbih menjadi mantra perjalanan yang o, terlampau tak menentu. Pada angka sembilan aku dihadapkan foto lama pengembara yang melambaikan lengannya! Kuberi judul: kenangan.

Lingkaran ini adalah lingkaran kesekian berakhir tanpa jawaban sementara pertanyaan serupa roh berwarna merah yang terus beriapan hingga ingatan kesemutan. Adalah orang-orang tasawuf yang menulis bahasa hakikat di layar yang hidup oleh jaringan kabel, lantas menamakan diri mereka cyber avatar. Inilah reinkaransi gemilang lingkaran yang memunguti jejak yang semestinya lebih nyata daripada kenyataan itu sendiri. Tapi aku gemetar dalam kegamangan lantas terburai menjadi partikel penghantu raga yang tidak tahu. O, abadilah pencarian sunyi bagi mimpi yang rindu!

Untuk sebuah pertanyaan sederhana: apa?

CIRCLE - www.destructoid.com/blogs

Tuesday, August 3, 2010

Lelaki Yang Menyintai Hujan


: lelaki yang menyintai hujan

hujan - www.pijhey.blogspot.com

Di matamu, hujan merinai membawa surat cinta kepada pengembara-pengembara dahaga. Oase sementara. Sedang di hadang kita jalan lenggang memanjang dengan tebing bertubi-tubi menusuk letih. Sepi dan sunyi saling menisik. Tapi kau menyulang puisi menjadi warna keemasan ladang gandum dan hijau gemulai sawah dan bening hening telaga. Demikianlah kau menyiasati alam ke dadamu, menjadi legenda tentang lelaki yang menangisi hujan.

Lantas hujan semakin resah menuntut dirimu utuh-utuh. Meruahkan badai kecil, hingga mimpi-mimpi terburai seperti musim-musim yang tak lagi memeluki takdir. Kau menggerakkan langkahmu. Berlompatan dalam tarian yang iramanya kau lipat dengan hati-hati sebagai ingatan akan cinta dan senja. Menjadi geriap yang membasuh titik-titik waktu di helai rambutmu. Demikianlah kau melukis pelangi di gemawan hujan yang melekuki doa yang kau berangkatkan.

Di matamu hujan merinai seperti tanda cinta semesta kepada jiwanya
begitu indah..

***
[sore hari yang penuh hujan dan satu sudut kota saat waktu terhenti untuk kita]
 

Sunday, August 1, 2010

Sketsa: Kata dan Huruf

/1/
Selamat datang kembali,
hantu kata mimpi yang bermimpi menjadi katakata yang menghantui mimpimimpiku sementara aku bermimpi menjadi hantu yang katakatanya adalah mimpi seperti mimpimu yang menghantui setiap huruf dalam dunia katakataku yang selalu memimpikanmu ada tidak sekedar menjadi hantu tidak sekedar menjadi katakata tetapi ada seyakin katamu tentang hantu yang mendiami mimpimu yang berderet dalam barisan berbelok kiri dari huruf h a n t u dan m i m p i.
demikianlah.


/2/
Berhenti!
katakata menderas seperti titiktitik air luruh ke cangkircangkir kertas
menjadi pusaranpusaran kecil yang melimbunglimbungkan rupa kebingungan
ceritacerita ini masih tetap sampahsampah yang sama
sementara waktumu waktuku semakin berbuihbuih oleh jemu
kembali lagilagi ke rimis yang sama. katakata.

www.wilsont3ch.com